Data dan Skala Pengukuran

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

  • langsung dari responden (wawancara, pengukuran,pengamatan)
  • tidak langsung dari responden (didapat dari berbagai sumber data, departemen-departemen, lembaga penelitian)

Ada dua Jenis Data dasar, yaitu:

  • Non-Metrik atau kualitatif (data tidak berupa angka), data ini bisa berupa atribut, karakteristik, atau sifat kategorik yang menunjukkan atau menggambarkan suatu subjek.
  • Metrik atau kuantitatif (data berupa angka), pengukuran dilakukan sehingga suatu subjek dapat diketahui perbedaannya dalam jumlah atau derajat. variabel yang diukur menggunakan skala interval dan ratio umumnya merupakan variabel metrik

Skala pengukuran dibedakan menjadi :

  • Nominal: data hasil pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori, dan diantara kategori tidak ada suatu urutan. Juga disebut sebagai skala kategorik. Skala Nominal merupakan skala pengukuran yang bersifat membedakan saja. Misalnya : jenis Kelamin (Laki-laki atau perempuan), tingkat pendidikan
  • Ordinal: data hasil pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori, dan diantara kategori ada suatu urutan. Skala ordinal merupakan skala pengukuran yang sifatnya membedakan dan mengurutkan.  Misalnya seseorang diminta untuk mengurutkan tiga buah produk berdasarkan tingkat kepuasan terhadap produk.
  • Interval: skala ini disamping dapat membedakan urutan, juga dapat mengetahui jarak diantara dua pengukuran. Skala pengukuran ini bersifat membedakan, mengurutkan dan memiliki jarak yang sama. Tidak memiliki nilai nol mutlak, melainkan nilai nol kesepakatan. Misalnya pengukuran Suhu,
  • Rasio: Skala pengukuran ini bersifat membedakan, mengurutkan dan mempunyai nilai nol mutlak. Nilai nol mutlak adalah nilai dasar yang tidak bisa diubah meskipun menggunakan skal yang lain, karenanya nilai-nilai dalam skala ini dapat dibandingkan dan dapat dilakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Misalnya pengukuran berat badan, tinggi badan, luas area.

5 Responses to “Data dan Skala Pengukuran”


  1. 1 erni Mei 5, 2010 pukul 11:50 pm

    mau nanya pak,
    data dengan skala kontinu (rasio) bisa dibuat menjadi data dengan skala kategori (nominal dan ordinal)? apa konsekuensinya? (akibatnya apa?) apakah ada referensinya?
    mohon pencerahannya,
    terima kasih..

    • 2 gempur Mei 7, 2010 pukul 2:47 am

      setahu saya sah-sah saja.
      kalau tujuannya membedakan kelompok
      misalnya kita punya data kontinu yang tersebar dari 1-100
      kemudian kita ingin mengelompokkan misalnya ke dalam 4 kelompok
      A= 80 – 100
      B= 60 – 79
      C= 40 – 59
      D= 1 – 39
      kemudian di hitung berapa nilai yang berada pada masing2 kategori.
      untuk masalah konsekuensi saya tidak begitu paham
      tapi tentu saja interpretasi dari hasilnya pun akan berbeda.
      untuk referensi,
      ini hanya berdasarkan pengalaman saya selama ini dalam mengolah data.
      semoga membantu

  2. 3 dessy Desember 9, 2010 pukul 12:29 am

    penelitian teman saya mengenai uji kandungan gizi menggunakan skala kontinyu….mengapa? kan skala pengukuran data hanya ada 4…..mohon pencerahannya,
    terima kasih..mohon dibalazzz

  3. 4 Ery Desember 27, 2012 pukul 12:41 pm

    Mas, data non metrik itu pasti untuk kualitatif aja? Kalau di pakai di kuantitatif bisa atau tidak?


  1. 1 About Data, SASD dan DASD « baguarmono Lacak balik pada Oktober 21, 2012 pukul 2:56 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Calendar

Maret 2010
S S R K J S M
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: