Posts Tagged 'Deskriptif'

Statistika: Sejarah dan Makna

Sejarah Singkat Statistika

Penggunaan metode statistika dalam penelitian ilmiah dirintis pertama kali oleh F. Galton sejak tahun 1880 yaitu penggunaan korelasi dalam penelitian biologi. Akhir abad 19 Karl Pearson mempelopori penggunaan metode statistika dalam berbagai penelitian biologi dan pemecahan masalah yang bersifat sosio-ekonomis. Pada tahun 1918-1935, R. Fisher
memperkenalkan Analisis Variansi ke dalam literatur statistika. Sejak saat itu penggunaan statistika semakin meluas dari bidang biologi dan pertanian ke bidang-bidang lainnya.

Arti Statistika


Statistika diambil dari bahasa latin “status” yang berarti negara. Statistika berarti keterangan-keterangan yang dibutuhkan negara dan berguna bagi negara. Statistika hanya dikaitkan dengan penyajian fakta-fakta dan angka-angka tentang situasi perekonomian, kependudukan dan politik di suatu negara.

Contoh:

Statistika tenaga kerja
Statistika produksi pertanian

Sebagai suatu disiplin ilmu Statistika adalah sekumpulan konsep dan metode tentang pengumpulan, penyajian, analisis dan interprestasi data kuantitatif bidang kegiatan tertentu dan pengambilan kesimpulan dalam situasi dimana ada ketidakpastian dan variasi.

Jika yang dibahas hanya terbatas pada pengumpulan, penyajian dan analisis data, dinamakan statistika deskriptif. Namun demikian, jika semua dibahas dengan penekanan pada interprestasi data dan pengambilan kesimpulan disebut statistika induktif atau statistika inferensial.

Iklan

Penelitian:Definisi dan Jenis-jenisnya

Apakah penelitian itu..??

banyak definisi yang akan kita temukan di kamus2 apalagi kalau searching dengan google. namun, definisi yang akan saya tampilkan disini adalah :

“research is a systematic attempt to provide answers to questions. such answer may be abstract and general as is often the case in basic research or they may be highly concrete and specific as is often the case in applied research” (tuckman 1978:1)

berdasarkan definisi tersebut secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian merupakan cara-cara yang sistematis untuk menjawab masalah yang sedang diteliti. secara lebih detil davis (1985) memberikan karakteristik suatu metode ilmiah sebagai berikut:

  1. metode harus bersifat kritis, analitis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat dan benar untuk mengidentifikasikan masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah tersebut.
  2. metode harus bersifat logis, artinya adanya metode yang digunakan untuk memberikan argumentasi ilmiah, kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia.
  3. metode bersifat objektif, atinya objektifitas itu menghasilkan penyelidikan yang dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
  4. metode harus bersifat teoritis dan konseptual; oleh karena itu, untuk mengarahkan proses penelitian yang dijalankan, peneliti membutuhkan pengembangan konsep dan struktur teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
  5. metode bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada kenyataan/fakta dilapangan.

JENIS-JENIS PENELITIAN

Berdasarkan jenis data yang diperlukan dan diperoleh :

  • penelitian primer , membutuhkan atau mengumpulkan data dari sumber pertama yang biasanya diperoleh dengan menggunakan metode kuesioner atau metode wawancara. yang termasuk dalam kategori ini adalah : studi kasus (menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi dan biasanya bersifat longitudinal), survei (studi yag bersifat kuatitatif untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu,yang menganut aturan pendekatan kuantitatif yaitu semakin besar sampel semakin mencerminkan populasi) dan Riset eksperimental (pada umumnya menggunakan 2 atau lebih kelompok sebagai objek studi yang bertujuan untuk melakukan perbandingan hasil, yang menggunakan desain yang sudah baku, terstruktur dan spesifik)
  • Penelitian sekunder, menggunakan bahan yang bukan dari sumber pertama sebagai sarana untuk memperoleh data atau informasi yang  menggunakan studi kepustakaan yang biasanya digunakan oleh para peneliti yang menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari suatu lembaga survey, perpustakaan atau lembaga2 negara yang memiliki pustaka data yang up date.

Berdasarkan tujuannya, penelitian dikelompokkan menjadi :

  • penelitian eksploratori, dilakukan untuk pencarian jawaban mengapa muncul kejadian-kejadian tertentu misalnya bencana alam dll
  • penelitian verifikatif, digunakan untuk meneliti ulang hasil penelitian sebelumnya dengan tujuan memverifikasi kebenaran hasil penelitian sebelumnya.
  • penelitian pengembangan, bertujuan untuk mengembangkan model atau hal-hal yang inovatif

berdasarkan pendekatan yang digunakan, penelitian dikelompokkan menjadi:

  • pendekatan longitudinal (bujur), dilakukan berdasarkan pada periode waktu tertentu, biasanya dalam interval waktu yang lama.
  • pendekatan cross-sectional (silang) , dilakukan secara serentak dalam waktu yang bersamaan

penelitian berdasarkan bidang ilmu:

  • penelitian pendidikan,
  • penelitian teknik
  • penelitian ekonomi, dll

penelitian berdasarkan tempat atau latar :

  • penelitian laboratorium, penelitian ini biasanya dilakukan dalam bidang ilmu eksakta misalnya penelitian kedokteran, elektro, sipil, biologi, dll
  • penelitian lapangan, biasanya dilakukan oleh ilmuwan sosial dan ekonomi dimana lokasi penelitiannya berada di masyarakat atau kelompok manusia tertentu dan objek tertentu.
  • penelitian perpustakaan, melakukan kajian terhadap literatur, penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya, jurnal dan sumber-sumber lainnya yang ada di perpustakaan.

penelitian berdasarkan kehadiran variabel dapat dikategorikan dalam penelitian yang objeknya merupakan variabel masa lalu, saat ini, dan masa yang akan datang. penelitian yang objeknya variabel masa lalu dan saat ini disebut juga penelitian deskriptif atau menggambarkan variabel-variabel yang telah dan sedang diteliti. sedangkan penelitian yang objeknya variabel masa yang akan datang, maka variabelnya belum ada tetapi sengaja diciptakan oleh peneliti dengan memberikan perlakuan yang biasa disebut penelitian eksperimen yang tujuannya untuk mencari hubungan kausal antar variabel yang diteliti.

jonathan sarwono: metode penelitian kuantitatif dan kualitatif ; graha ilmu

Median

Median atau nilai tengah adalah nilai data observasi yang membagi data menjadi dua setelah data diurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar. Sederhananya :

jika mempunyai deretan bilangan:

Banyaknya bilangan ganjil,

Misal :  23, 14, 25, 36, 47   diurutkan menjadi : 14, 23, 25, 36, 47

maka median data adalah 25

Banyaknya bilangan genap

misal : 13, 14, 15, 17, 28, 30

maka mediannya adalah (15+17)/2= 16

sedangkan untuk data yang disajikan dengan distribusi frekuensi, cara mencari nilai media dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

1. menggunakan gambar (histogram)

mediandiperoleh : median = 49,5 + a , dimana a adalah jarak 49,5 ke median data

dan dapat dihitung dengan : a = median2sehingga median dari data adalah : 49,5 + 4,76 = 54,26

2. cara interpolasi

Rumus :

median3dimana :

L md : Batas Bawah interval median

F         : Nomor urut data tertinggi sebelum interval median

=Jumlah frekuensi interval – Interval sebelum interval median

n         : Banyaknya data

fmd    : frekuensi Interval median

c          : lebar interval median

contoh :

dimiliki data :

data1dengan batas interval :

data2dan diperoleh bahwa median berada paa observasi ke 84/2 = 42 yang terletak pada interval 49,5 – 59,5, maka

Lmd = 49,5

n= 84

F = 7 + 9 + 16 = 32

c = 10

fmd = 21

maka :

median4

Ukuran Pemusatan

Ukuran pemusatan data terdiri atas:

Rata-rata

Penghitungan rata-rata melibatkan seluruh observasi yang terdapat di dalam data.

Mean = (jumlah nilai data)/(banyaknya data)

Median

Median adalah observasi yang terletak di tengah setelah data diurutkan dari nilai observasi terkecil menuju terbesar atau sebaliknya. Median ini membantu mengatasi masalah harga ekstrim pada rata-rata, karena median tidak terpengaruh oleh harga ekstrim.

Bila ukuran data agak besar, penentuan median dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

1.      mengurutkan data

2.      menghitung nilai n(banyak observasi)/2

3.      n/2 membesar ke k (n/2  –>  k)

(aturan tambahan, jika n/2 = m ½ dan m ¾ maka k = m+1

dan jika n/2 = m  atau m 1/3 maka k = m + ½ )

4.      median adalah observasi ke-k dari terkecil atau dari terbesar

Modus

Modus adalah harga yang muncul dengan frekuensi paling banyak. Suatu data bisa memiliki hanya satu modus, atau lebih dari 2 modus, bahkan tidak mempunyai modus atau dapat dikatan semua observasi adalah modus.

Oleh karena itu, nilai modus jarang digunakan dalam  menentukan pemusatan data.

Trirata

Trirata adalah suatu ukuran pusat yang tidak dipengaruhi oleh harga ekstrim. Trirata dapat dicari dengan menjumlahkan k1, k3, dan 2 kali median dan selanjutnya di bagi 4 (empat). Atau secara matematis :

Trirata = (k1 + 2k2 + k3)/4

Rata-rata tengah

Rata-rata tengah adalah rata-rata dari observasi yang terletak di antara kuartil 1 dan kuartil 3 tidak termasuk kuartil 1 dan kuartil 3 tersebut.

Ringkasan Numerik

Ringkasan numerik terdiri atas tiga macam, yaitu:

  1. Ukuran pusat yang berfungsi menunjukan letak pusat dari data,
  2. Ukuran Letak, dan;
  3. Ukuran sebaran yang berfungsi menunjukan seberapa besar data menyebar.

Ukuran Pemusatan data sendiri terdiri atas :

Ukuran Letak terdiri atas :

  • Median
  • Kuartil
  • Desil
  • Persentil
  • Kuantil/N-til

sedangkan ukuran persebaran data terdiri atas :

  • Jangkauan (Range)
  • Deviasi Kuartil
  • Mean Deviasi
  • Variansi
  • Standar Deviasi

Bentuk Visual Data I

Bentuk visual data atau biasa disebut angkatan merupakan bentuk yang dikonstruksikan dari data yang merupakan visualisasi dari data tersebut, artinya dari bentuk ini dapat dilihat misalnya pengelompokkan data, pusat data, penyebaran data, sampai bentuk distribusi data.

Bentuk visual dari data dapat dilihat dari daftar tally, dan diagram batang dan daun. Kedua bentuk visualisasi data ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Daftar tally secra garis besar dapat membantu dalam mengetahui pemusatan, persebaran dan bentuk distribusi data. Namun, bentuk visualisai data ini memiliki satu kekurangan, yaitu kita tidak dapat melihat nilai dari setiap observasi secara lengkap, sebab sebagian besar daftar tally disajikan dalam bentuk berkelompok (dalam bentuk interval), dan bahkan jika secara tunggal, kita hanya akan mempunyai beberapa nilai observasi yang mewakili nilai observasi yang sama.

Kelemahan daftar tally ini dapat kita tutupi dengan bentuk visualisasi lainnya, yaitu diagram batang dan daun. Selain memiliki fungsi yang sama dengan daftar tally, bentuk visualisasi ini juga memiliki beberapa kelebihan seperti dapat digunakan dalam pembuatan array data, dan membandingan 2 buah angkatan data.

Secara garis besar, bentuk-bentuk angkatan terdiri dari:

angkatan

Post Terkait :

Bentuk Visual Data

Bentuk Visual Data

Bentuk visual adalah salah satu alat mengintepretasikan data yang kita miliki dengan bentuk-bentuk visual sederhana yang  banyak digunakan.Bentuk-bentuk visual yang dimaksud dapat berupa  :

Daftar Tally

Datar tally adalah salah satu cara menyusun angkatan dengan menulkan garis-garis pada interval-interval yang telah dibuat sesuai nilai angkatan.

Contoh:

Dimiliki data IPK 20 orang mahasiswa sebagai berikut :

2.0       3.5       2.75     3.15     2.1

3.1       3.2      2.85     1.90     2.3

2.2      3.0      2.36      3.25     3.5

2.8       1.8       3.05     2.90     2.3

Dari data tersebut (setelah di urutkan dari nlai terkecil –> terbesar) diperoleh bahwa nilai maksimum adalah 3.5dan nilai minimum adalah 1.8, sehingga jangkauan (range) 3.5 – 1.8 = 1.7. Misalkan kita mengambil banyaknya interval adalah 6 maka lebar interval yang terbentuk adalah 1.8/6 =0.2833.. atau dibulatkan 0.3. sehingga secara manual diperoleh interval dan daftar tally sebagai berikut :

Kelas

Batas Interval

Tally

Frekuensi

1

1.8 – <2.1

|||

3

2

2.1 – < 2.4

||||

5

3

2.4 – < 2.7

|

1

4

2.7 – < 3.0

|||

3

5

3.0 – < 3.3

|||| |

6

6

3.3 – < 3.6

||

2

Diagram Batang dan Daun

Secara umum diagram batang dan daun dapat menggambarkan bentuk visual data dengan menggunakan data aslinya. Dimana, batang merupakan angka yang mempunyai level lebih tinggi daripada angka di daun. Misal kita mempuyai data dengan nilai puluhan, maka batangnya adalah nilai  puluhan dan daunnya adalah satuan. Contoh: 16 , 17 maka batangnya aalah 1 dan daunnya ada;ah 6 dan 7.

Contoh :

Dimiliki data tinggi badan 20 mahasiswa sebagai berikut :

135      145      150     167     170

154      144     168     174     177

158     160     159      172     140

174     155     157      168      168

maka setelah data diurutkan terlebih dahulu, diagram batang yang dapat dibentuk adalah :

Batang

(Ratus)

Daun

(Satuan)

13

5

14

0 4 5

15

0 4 5 7 8 9

16

0 7 8 8 8

17

0 2 4 4 7

Diagram batang dan daun mempunyai kelebihan dapat untuk :

  1. Melihat bentuk distribusi angkatan
  2. Malihat nilai asli dari data observasi
  3. Melihat ada tidaknya data ekstrim
  4. Menentukan frekuensi data dengan lebih mudah dan cepat
  5. Membandingkan beberapa angkatan

Post Terkait

Bentuk Visual Data I

Batang

(Ratus)

Daun

(Satuan)

13

5

14

0 4 5

15

0 4 5 7 8 9

16

0 7 8 8 8

17

0 2 4 4 7


Calendar

September 2017
S S R K J S M
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930