Arsip untuk Februari, 2010

Jenis-jenis Rancangan Percobaan

Jenis-jenis rancangan percobaan dapat digolongkan/ dikelompokkan berdasarkan rancangan dasar/lingkungan dengan berbagai kombinasi pola percobaan: keseimbangan jumlah ulangan, jumlah faktor yang diujikan dan pengacakan di lapangan.

Rancangan dasar atau yang dapat juga disebut rancangan lingkungan adalah pembagian jenis rancangan percobaan berdasarkan kondisi lingkungan dimana percobaan itu dilaksanakan.

Rancangan Acak Lengkap (RAL)
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan homogen (atau dapat dianggap homogen), Perlu dijelaskan disini bahwa yang disebut “lingkungan” adalah faktor-faktor lain diluar faktor yang sedang diteliti. Dalam percobaan RAL setiap unit percobaan di acak secara sempurna, tanpa dibatasi oleh blok dsb.

Rancangan Acak Kelompok (RAK)
Diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan tidak homogen (heterogen), misalnya
percobaan-percobaan yang dilaksanakan di lapangan, dimana terdapat 1 sumber keragaman diluar faktor penelitian. Dalam percobaan RAK setiap unit percobaan ditempatkan secara acak pada setiap kelompok.

Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL)
diterapkan pada percobaan yang dilakukan pada lingkungan tidak homogen, dimana terdapat 2 sumber keragaman diluar faktor penelitian. Dalam percobaan RBSL setiap unit percobaan ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada perlakuan yang sama dalam satu baris atau kolom. Ciri khas RBSL adalah jumlah ulangan yang sama dengan jumlah perlakuan. Disarankan RBSL diterapkan pada percobaan yang memiliki 4 sampai 8 perlakuan.

Pola percobaan berdasar keseimbangan jumlah ulangan

Seimbang (complete)
Suatu percobaan dikatakan seimbang jika setiap perlakuannya memiliki jumlah ulangan yang sama.
Tidak seimbang (incomplete)
Suatu percobaan dikatakan tidak seimbang jika ada perlakuan yang memiliki jumlah ulangan tidak sama dengan perlakuan lainnya.

Pola percobaan berdasar jumlah faktor yang diujikan
Tunggal
Percobaan tunggal adalah suatu percobaan dimana hanya ada satu faktor yang dicobakan, sedangkan faktor lainnya (perlakuan dasar) dibuat sama. Dalam percobaan tunggal, perlakuan hanya terdiri atas perbedaan taraf (level) dari faktor peubah tunggal yang diteliti, sedangkan semua faktor lain sebagai perlakuan dasar yang diberikan secara seragam bagi semua petak. Dengan hanya menyelidiki satu faktor saja, maka keterangan/hasil yang diperoleh hanya ditentukan oleh perlakuan yang dicobakan saja.

Faktorial
Percobaan faktorial adalah suatu percobaan dimana dalam satu keadaan (unit percobaan) dicobakan secara bersamaan dari beberapa (2 atau lebih) percobaan-percobaan tunggal. Dari percobaan faktorial, selain dapat diketahui pengaruh-pengaruh tunggal faktor yang diujikan, dapat diketahui pula pengaruh gabungan (interaksi) dari masing-masing faktor yang diujikan.

Pola percobaan berdasar pola pengacakan

Pola pengacakan suatu percobaan erat kaitannya dengan tujuan dilaksanakannya percobaan itu sendiri.
Sederhana
Percobaan sederhana adalah suatu percobaan yang dirancang sedemikian rupa sehingga setiap perlakuan dikenakan pada masing-masing rancangan dasar yang sesuai (RAL, RAK, RBSL). Pola sederhana dapat diterapkan baik pada percobaan tunggal maupun percobaan faktorial.

Nested (Tersarang)
Sebenarnya percobaan faktorial tersarang bukan disebabkan oleh pola pengacakan, melainkan sebagai akibat dari sifat-sifat faktor yang dicobakan. Pola tersarang lazim ditemukan pada percobaan dengan faktor kualitatif yang dikombinasikan dengan faktor kuantitatif, dimana faktor kuantitatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari faktor kualitatif. Sebagai ilustrasi adalah suatu percobaan jenis pupuk N (kualitatif) yang dikombinasikan dengan dosis masing pasing pupuk tersebut (kuantitatif). Rancangan dasar yang dipergunakan dapat berupa RAL, RAK ataupun RBSL.

Split Plot (Petak Terbagi)
satu faktor yang lebih dipentingkan dari faktor lainnya

Strip Plot = Split Block (Petak Berjalur = BlokTerpisah)
lebih mementingkan interaksi antara kedua faktor yang dicobakan

Teori Antrian

Antri (queue) adalah kejadian yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.  Menunggu di depan loket untuk  mendapatkan tiket kereta api, menunggu pada SPBU,  pada pintu jalan tol, ketika akan keluar dari supermarket, dan situasi-situasi  lain yang merupakan kejadian yang sering ditemui.

Teori antrian pertama kali dikemukakan oleh A.K. Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark tahun 1913 dalam bukunya Solution of  Some Problem in the  Theory of Probability of Significance in Automatic Telephone Exchange.

Tujuan penggunaan teori antrian  adalah untuk merancang fasilitas pelayanan, untuk mengatasi  permintaan pelayanan yang berfluktuasi secara random dan menjaga keseimbangan antara biaya (waktu  menganggur) pelayanan dan biaya (waktu) yang diperlukan  selama antri.

Kedatangan
Setiap masalah antrian melibatkan  kedatangan, misalnya orang, mobil, atau panggilan telepon untuk dilayani.  Unsur ini sering dinamakan  proses input. Proses input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan  calling population dan  cara terjadinya. Kedatangan pada umumnya merupakan proses random.

Pelayanan
Pelayanan atau mekanisme pelayanan dapat  terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu atau lebih fasilitas pelayanan. Contohnya, jalan  tol dapat memiliki beberapa pintu tol. Mekanisme pelayanan dapat hanya terdiri dari satu pelayan dalam satu fasilitas pelayanan  yang ditemui pada loket seperti pada penjualan  tiket di gedung bioskop. Di samping itu, perlu diketahui cara pelayanan dirampungkan, yang kadang-kadang merupakan proses random

Antri
Inti dari analisa antrian adalah antri itu sendiri.  Timbulnya antrian terutama tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Penentu antrian lain yang penting adalah  disiplin antri . Disiplin antri adalah aturan keputusan yang  menjelaskan cara melayani pengantri,  misalnya,   datang awal dilayani dulu, datang terakhir dilayani dulu, berdasar prioritas, dan secara random. Jika tak ada antrian berarti terdapat pelayan yang nganggur atau kelebihan fasilitas  pelayanan.

STRUKTUR DASAR PROSES ANTRIAN
Proses antrian pada umumnya dikelompokkan ke dalam empat struktur dasar menurut sifat-sifat fasilitas pelayanan, yaitu :

  • Satu saluran satu tahap
  • Banyak saluran satu tahap
  • Satu saluran banyak tahap
  • Banyak saluran banyak tahap


Calendar

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728